Senin, 07 April 2014

Perawatan Kuku Pasien

BAB I
PENDAHULUAN

     1.1      Latar Belakang
Merawat kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena berbagai kuman dapat masuk kedalam tubuh melalui kuku. Oleh sebab itu, kuku seharusnya tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Dan perawatan kuku juga mempengaruhi pertumbuhan kuku. Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh. Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksianervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh. Oleh karena itu, penulis termotivasi untuk menyusun makalah tersebut dan pada bab-bab berikutnya akan di bahas tentang perawatan kuku. Kondisi kuku mencerminkan status kesehatan umum, status nutrisi, pekerjaan, dan tingkat perawatan diri seseorang. Bahkan status psikologis juga dapat diungkapkan dari adanya bukti-bukti gigitan kuku. Sebelum mengkaji kuku, perawat mengumpulkan riwayat singkat. Bagian kuku yang paling dapat dilihat adalah plat kuku, lapisan transparan sel epitel yang menutupi bantalan kuku. Vaskularis bantalan kuku memberi warna lapisan di bawah kulit. Semilunar, area putih di bagian dasar bantalan kuku disebut lunura, darimana plat kuku terbentuk.

     1.2         Rumusan Masalah
     1.2.1      Apakah pengertian kebersihan kuku?
     1.2.2      Apakah manfaat kebersihan kuku?
     1.2.3      Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan kuku?
     1.2.4      Apakah teknik perawatan kuku tangan dan kaki?
     1.2.5      Bagaimanakah asuhan keperawatan?

     1.3        Tujuan
          1.3.1      Untuk mengetahui pengertian kebersihan kuku.
          1.3.2      Untuk mengetahui manfaat kebersihan kuku
     1.3.3     Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan kuku
1.3.4     Untuk mengetahui teknik perawatan kuku tangan dan kaki
     1.3.5     Untuk mengetahui asuhan keperawatan

     1.4   Manfaat
      a.    Manfaat bagi pembaca
        Makalah ini dapat dijadikan sumber pengetahuan bagi pembaca untuk dapat
         mengetahui pentingnya merawat kuku baik kuku tangan maupun kuku kaki secara rutin.
      b.    Manfaat bagi perawat dan instansi kesehatan
         Makalah ini dapat menjadi referensi untuk melakukan tindakan asuhan keperawatan
       pada klien tentang perawatan kuku kaki dan tangan sebaik mungkin.
      c.    Manfaat bagi penulis
        Makalah ini dapat menambah wawasan penulis tentang perawatan kuku kaki dan tangan
       secara benar.
























BAB II
PEMBAHASAN

       2.1    Definisi Kuku
    Kuku adalah bagian tubuh yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambutyang antara lain terbentuk dari keratinprotein yang kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulangdan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnyasangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh. Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksianervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.

           2.1.1      Fungsi kuku
         Kuku mempunyai 2 fungsi utama. Fungsi pertama yang diketahui secara umum ialah memberikan lebih sensitiviti terhadap deria sentuh. Ujung jari diliputi dengan reseptor yang banyak yang membenarkan kita menerima maklumat dengan lebih efektif apabila kita menyentuh sesuatu objek. Kuku bertindak sebagai penentang daya yang menambahkan lagi sensitiviti kulit, walaupun pada kuku itu sendiri tidak mempunyai saraf reseptor.

2.1.2    Pengertian Kebersihan Kuku
             Menjaga kebesihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan    diri karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Oleh karena itu kuku seharusnya tetap dalam keadaan sehatdan bersih. Secara anatomis kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku, kantung kuku, akar kuku dan lunula. Kondisi normal kuku ini dapat terlihat halus, tebal kurang lebih 0,5 mm, transparan, dasar kuku berwarna merah muda.


           2.1.3     Fungsi Perawatan Kuku
      Merawat kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena berbagai kuman dapat masuk kedalam tubuh melalui kuku. Oleh sebab itu, kuku seharusnya tetap dalam keadaan sehat dan bersih.Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri, melalui kuku berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh, untuk itu seharusnya kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Secara anatomis kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku, kantung kuku, akar kuku, dan lunula. Kondisi normal kuku ini dapat tcrlihat halus, tebal kurang lebih 0,5 mm, transparan, dasar kuku berwarna warna merah muda.

      2.1.4    Masalah dan gangguan pada kuku
1.       Ingrown nail, kuku tangan yang tidak tumbuh dan dirasakan sakit pada daerah
        tersebut.
2.      Paroyeychia, radang disekitar jaringan kuku
3.      Ram’s horn nail, gangguan kuku yang ditandai pertumbuhan yang lambat
         disertai kerusakan dasar kuku atau infeksi
4.      Bau tidak sedap, reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap.

           2.2     Manfaat kebersihan kuku
                        Memotong kuku merupakan bagian dari kebersihan kuku, ada beberapa manfaat dari memotong kuku, yaitu :
1.      Menghindari kita dari penyakit pencernaan dan penyakit mata.
Mikroba pathogen merupakan   perantara penyebaran penyakit , terutama penyakit pencernaan dan penyakit mata ini . Yang mengerikan mikroba jenis ini sering bersarang pada kuku kita ,terutama kuku yang panjang,dan pastinya kuku yang panjangmenjadi sarana akan mempertemukan kita dengan berbagai jenis penyakit.

2.      Mencegah kita dari berbagai macam infeksi.
Dengan memotong kuku yg melebihi jari, maka bagian kulit di bawah kuku dapat mudah dibersihkan, tidak cacat, dan jari-jari kita dapat mudah bekerja secara maksimal. Denagn kuku panjang, aktivitas kita dapat terganggu dan mungkin juga interkasi kita dengan orang lain menjadi kurang leluasa.
3.      Menjauhkan penularan penyakit  kepada orang lain.
Kuku yang kotor menyimpan banyak kuman yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi. Jika tangan dan kuku kita kotor lalu berjabat tangan dengan orang lain, bukan tidak mungkin jika orang tersebut terkena penyakit karena berasal dari kuku kita. 

     2.3       Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan kuku
                   Dalam hal  ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebersihan kuku, mulai dari konsumsi makanan tertentu maupun kebiasaan yang biasa kita lakukan yang dapat mempengaruhi kebersihan kuku itu sendiri, yaitu :

1.      Menggigit kuku
Kecenderungan menggigit kuku itu sampai mengakibatkan kerusakan pada fungsi tangan karena terjadi banyak infeksi, bahkan kebiasaan menggigit kuku menjadi sarana transfer virus influenza atau bakteri penyebab sakit perut, karena banyaknya kuman yang masuk ke tubuhnya melalui kuku yang digigit dan dikunyah.

2.      Terlalu Sedikit Zat Besi dan Seng
Seng dan besi secara alami dapat ditemukan dalam daging merah dan beberapa makanan laut. Makanan tersebut sangat penting untuk pembentukan keratin, sehingga jika kekurangan zat ini dapat menyebabkan masalah rambut dan kuku. Bagi para vegetarian dan vegan, baik seng dan zat besi dapat ditemukan secara alami di beberapa kacang-kacangan.

3.      Penggunaan cat kuku
Menggunakan pewarna kuku terus menerus juga dapat memberikan dampak buruk bagi kuku. Kuku akan terlihat kuning dan rapuh. Apalagi orang yang memiliki alergi pada tubuhnya dapat mengakibatkan dermatitis. pemakaian pewarna kuku, mengakibatkan kuku tidak dapat bernapas sehingga warnanya bisa berubah menjadi kekuning-kuningan.

4.      Terlalu sedikit Protein
Karena kuku terbuat dari protein, orang yang tidak mendapatkan cukup protein dalam diet mereka mungkin akan mengalami kerapuhan uku. Biasanya, ini hanya terjadi pada orang dengan yang asupan diet parah atau gangguan makan. Vegetarian harus diingat bahwa protein tidak harus berasal dari daging, melainkan kacang-kacangan, tahu, bayam, lentil dan banyak lagi semua menguntungkan. Makanan dengan asam amino tertentu dapat menciptakan keratin, yang disebut sistin. Selain itu brokoli, gandum dan paprika merah.

5.      Ikan Tinggi Mercuri
Salah satu penyebab utama kerapuhan kuku yaitu terlalu banyak konsumsi ikan. Namun tentu bukan semua ikan, melainkan ikan yang mengandung kadar merkuri yang tinggi.

2.4     Teknik Perawatan Kuku Tangan dan Kaki
          Memelihara dan memotong kuku dalam keperawatan berfungsi untuk menolong memotong kuku klien yang panjang karena tidak dapat melakukan sendiri.
Tujuan dari perawatan kuku, yaitu :
1.       Menjaga kebersihan tangan dan kaki.
2.       Mencegah timbulnya luka (infeksi).
3.       Mencegah kaki berbau tidak sedap.
4.       Menkaji / memonitor 
Ada beberapa cara merawat kuku, yaitu :
  1. Jangan menggunakan pewarna kuku.  Zat yang terkandung pada pewarna kuku dapat mematikan sel kuku.
  2. Jangan memotong kuku terlalu pendek dan kuku jari di potong dalam bentuk lurus.
  3. Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam, karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan dibawah kuku.
  4. Pertumbuhan kuku tangan adalah 0,5 hingga 1,5 mm per minggu. Hal ini lebih cepat daripada pertumbuhan kuku kaki. Setiap minggu alangkah baiknya kita menyisakan waktu sebentar untuk mengecek panjang kuku kita, baik kaki maupun tangan.
  5. Untuk menjaga kesehatan kuku dari dalam dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti susu dan keju.
Adapun persiapan alat-alat untuk melakukan perawatan kuku :
 Baki berisi :
1.         Pengelas (perlak kecil dan alasnya)
2.         Gunting kuku.
3.         Handuk
4.         Benkok berisi Lisol 3%
5.         Waskom berisi air hangat (37- 40 C)
6.         Sabun
7.         Sikat  kuku
8.         Sarung tangan bersih
9.         Aceton (bila perlu)
   10.         Kapas

Prosedur :
Memotong kuku pada jari tangan.
1.      Membawa alat ke dekat klien
2.      Memberi tahu klien mengenai tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
3.      Mencuci tangan
4.      Memakai sarung tangan
5.      Memasang pengalas di bawah tangan
6.      Tangan direndam dalam waskom air hangat selama satu menit untuk melunakkan
          kuku. Bila kuku sangat kotor, disikat dengan sikat kuku dan sabun lalu di bilas air
         hangat , dikeringkan  dengan handuk.
7.      Tangan ditaruh ditaruh bengkok berisi Lisol 3% supaya kuku tidak berserakan.
          Memotong kuku pada jari tangan sesuai dengan lengkungan kuku. Setelah selesai
         gunting kuku dimasukan dalam bengkok berisi larutan lisol.
   8.     Setelah dipotong, kuku dkikir  agar rata, rapi, dan halus.
 9.    Kemudian sarung tangan dilepas masikan bengkok alat alat dikembalikan ketempat
         semula.

Memotong kuku pada jari-jari kaki  
1.         Kaki direndam kaki hangat dalam waskom selama 2-3 menit ( karena kuku kaki lebih keras)
       2.    Kuku kaki di potong lurus, lalu di bersihkan dengan sikat.
       3.    Gunting kuku dimasukan dalam bengkok berisi lisol demikian juga sarung
        tangannya.
 4.    Bereskan alat alat dan kembaliakn ketempat semula.
 5.    Cuci tangan.

2.5        Asuhan Keperawatan
      2.5.1    Anamnesa atau kajian keperawatan
    Pengkajian yang perlu dilakukan adalah penilaian tentang keadaan warna, bentuk, dan keadaan kuku. Adanya jari tabung dapat menunjukkan penyakit pernapasan kronis atau penyakit jantung dan bentuk kuku yang cekung atau cembung menunjukkan adanya cedera, defisiensi besi dan inpeksi.

      2.5.2   Diagnosa keperawatan
     Resiko terjadi luka ( infeksi ) berhubungan dengan proses masuknya kuman akibat garukan kuku.

      2.5.3    Perencanaan keperawatan
           Lakukan pemeliharaan kebersihan kuku dengan cara perawatan kuku

      2.5.4    Pelaksanaan atau tindakan keperawatan
                      Implementasi keperawatan
           1.   Cara merawat kuku :
     Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu merawat kuku sendiri. Tujuannya adalah menjaga kebersihan kuku dan mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan dari kuku.
           2.   Alat dan bahan :
a.         Alat pemotong kuku
b.         Handuk
c.         Baskom berisi air hangat
d.        Bengkok / nirbekken
e.         Sabun
f.         Kapas
g.        Sikat kuku
     3.  Prosedur kerja :
a.       Menjelaskan prosedur tindakan pada pasien
b.       Mencuci tangan
c.       Mengatur posisi pasien dengan duduk atau tidur
d.       Menentukan kuku yang akan dipotong
e.        Merendam kuku dengan air hangat kurang lebih 2 menit dan menyikat dengan
          memberikan sabun bila kotor
f.        Mengeringkan dengan handuk
g.        Meletakkan tangan pasien diatas bengkok dan melakukan pemotongan kuku
h.       Bereskan peralatan
i.        Perawat cuci tangan
j.        Mengucapkan hamdalah


2.5.5    Evaluasi keperawatan
              Secara umummenilai adanya kemampuan untuk mempertahankan kebersihan kuku,
ditandai dengan keadaan kuku yang bersih, tidak ada tanda radang disekitar kuku,
pertumbuhan baik, dan tidak ada bau yang khas dari kuku.
















BAB III
PENUTUP

      3.1    Kesimpulan
   Merawat kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena berbagai kuman dapat masuk kedalam tubuh melalui kuku. Oleh sebab itu, kuku seharusnya tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Dan kita juga harus memperhatikan  beberapa faktor yang dapat mempegaruhi kebersihan kuku itu sendiri. Dan selalu merawat kuku dengan teknik yang benar dan selau merawat kuku dengan baik.

      3.2    Saran
   Sebaiknya setelah membaca makalah ini, kita lebih memahami dan memperhatikan cara serta kondisi kebersihan kuku. Dan tidak mengabaikan kebersihan kuku dan kita harus bisa menjaga dan merawat kebersihan kuku .Oleh sebab itu kita harus memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan kuku itu sendiri.



















DAFTAR PUSTAKA


Graham-Brown,Robin,Tony Burns.2005. Dermatologi.Jakarta: Erlanggga
Hidayat,AzizAlimul.2002.Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta :EGC
Juli, Soemirat Slamet.2004.Kesehatan Lingkungan.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press
Suparmi,Yulia,dkk .2008.Panduan Praktik Keperawatan Kebutuhan Dasar Manusia.Yogyakarta: PT.Citra Aji Parama
Tarwoto,Wartonah.2006.Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.Jakarta: Salemba Medika